
Bersama Putus Rantai Keterlambatan Medis untuk Anak-Anak Kurang Mampu
Rp490.111
Target: Rp300.000.000
Rp45.000
dari Rp100.000.000
4
donatur
52
hari tersisa
Aktif
Namanya Bangun Swido (55th), orang-orang biasa menyapanya dengan sebutan Pak Dodo. Di tahun 2022, sang istri memilih pergi meninggalkannya, saat anak mereka masih ada yang baru menginjak usia 6 tahun. Namun, Pak Dodo tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Ia mencari nafkah dengan menjadi pengemudi ojek online.
Ternyata, ujian Pak Dodo tak berhenti sampai di situ. Di bulan September 2025, sebuah kecelakaan nahas menimpa dirinya. Ia terserempet mobil saat mengendarai motor, terjadi benturan keras, namun, Pak Dodo kemudian ditinggalkan begitu saja dalam kondisi terluka parah di jalan.
Kecelakaan itu menyebabkan kaki kananya mengalami patah tulang, serta bagian betis bawah rusak cukup parah, karena terseret aspal. Saat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, dokter mendiagnosis ia mengalami Defek Cruris Dextra (defek jaringan pada tungkai kanan) disertai fraktur tibia kanan (ICD-10: S82.11 – Fracture of upper end of tibia).

Kondisi Luka Patah Tulang di Kaki Pak Dodo hampir 1 tahun pasca kecelakaan

Kunjungan pertama Carebridge ke rumah Pak Dodo
Selama 6 bulan pertama, Pak Dodo sempat harus melewati hari-hari di rumah kecilnya dalam keadaan tak berdaya. Pak Dodo sudah pernah menjalani operasi berupa Open Reduction and Internal Fixation (ORIF), namun, luka pasca operasi yang masih menganga cukup lebar belum mampu dirawat dengan memadai. Di dalam kakinya, masih ada alat fiksasi yang dipasang saat operasi, sebab ia tak mampu melakukan tindakan pelepasan. Sampai saat ini Pak Dodo belum mampu berdiri, sebab kehilangan tumpuan kaki.

Kondisi rumah yang ditempati Pak Dodo bersama anak-anaknya
Di sisi lain, ada biaya transportasi, obat-obatan, kontrol rutin, hingga perawatan luka seperti penggantian perban yang masih harus terus berjalan. Saat ditanya, apa harapan Pak Dodo dengan kedatangan Tim Carebridge, jawabanya sederhana, “Saya hanya ingin sembuh. Itu saja. Bisa kembali aktivitas ke sana kemari.”
Di tengah keterbatasannya saat ini, Pak Dodo bisa berkata, bahwa kecelakaan itu adalah teguran dari Allah SWT. Ia sendiri, merasa bisa selamat dari kecelakaan itu seperti keajaiban yang Allah ta’ala kasih untuknya dan alhamdulillah ia berhasil bertahan hingga sejauh ini.

Pemeriksaan awal kondisi kaki Pak Dodo oleh Perawat Luka/Wound Care
Sahabat, kondisi Pak Dodo saat ini sudah sedikit lebih baik, ia sudah bisa duduk. Namun, luka di kakinya masih perlu perawatan rutin, untuk bisa digunakan berjalan kembali. Sementara BPJS, hanya mengcover 2x perawatan setiap bulannya. Perawatan dari BPJS ini menurut Pak Dodo masih sangat terbatas, yakni sekadar pembersihan luka menggunakan NaCI, sehingga terasa kurang optimal.
Kesulitan merawat luka seorang diri, Pak Dodo pernah mengupayakan memanggil perawat homecare dengan biaya Rp150.000 per visit. Namun, dengan keterbatasannya mencari nafkah saat ini, nominal tersebut sangat sulit terpenuhi. Pada akhirnya, ia memilih merawat lukannya sendiri di rumah dengan apa adanya.
Sekarang, mari hadiahi kesabaran Pak Dodo selama ini dengan bantu menuntaskan perawatan luka di kakinya. Ia butuh obat-obat untuk perawatan luka hingga supplemen pendukung. Sahabat bisa menghadirkan tenaga kesehatan profesional yang akan rutin berkunjung ke rumah Pak Dodo setiap minggu (sesuai kebutuhan kondisinya) dengan berdonasi.
Klik Donasi Sekarang!
Dapatkan laporan perkembangan anak-anak yang kita bantu langsung melalui email kamu.
Tidak hanya berdonasi, kamu juga bisa melipatgandakan kebaikan ini dengan membagikan halaman campaign ini ke keluarga, teman, dan kerabat dekatmu. Terima kasih atas ketulusan hatimu!
Pak Dodo Driver Ojol
Rp45.000
0% · 4 donatur